Seminar dan Diskusi Nasional ” Peran Kebijakan dan Langkah Strategis Pengembangan Industri Pariwisata Indonesia.”


Perkembangan industri pariwisata Indonesia saat ini terbilang sangat cepat. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya arus wisatawan yang melakukan perjalanan, sarana prasarana pendukung, seperti jalur-jalur penerbangan dengan rute–rute baru, akomodasi hotel dan restaurant, dan  produk-produk kreatif yang berkualitas tinggi. Secara umum pariwisata telah menjadi industri sipil yang terpenting di dunia. Menurut Dewan perjalanan dan pariwisata Dunia (World Travel and Tourism Council-WTTC). Saat ini pariwisata merupakan industri terbesar di dunia dengan menghasilkan pendapatan dunia lebih dari $3,5 trillun pada tahun 1993 atau 6% dari pendapatan kotor dunia

Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Era SBY, menyatakan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia tahun 2014 mencapai 9,39 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7 persen. Sektor pariwisata menyumbangkan produk domestik bruto mencapai Rp 347 triliun. Bila dibandingkan, angka itu mencapai 23 persen dari  dengan total pendapatan negara yang tercantum di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013, yakni Rp 1.502 triliun, Sektor pariwisata juga menempati urutan keempat sebagai penyumbang devisa negara tahun 2013.

Popularitas Indonesia sebagai salah satu destinasi berlibur favorit wisatawan dalam dan luar negeri membuat nilai investasi di industri pariwisata terus tumbuh secara signifikan.  Pada tahun 2014 tercatat bahwa angka kunjungan wisman sebesar 9.435.411 atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan dengan tahun 2013 yang sebanyak 8.802.129 wisman. Dengan angka pertumbuhan tersebut, industri pariwisata Indonesia diprediksi akan terus tumbuh karena angka pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dari angka rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,7 persen.

Usaha Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang telah mengalokasikan 2,1 triliun bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari subsidi BBM dan listrik dan menggulirkan ide ‘Wonderful Indonesia’ dipandang sebagai upaya yang tepat mengingat promosi pariwisata yang difokuskan pada tiga komponen seperti branding, advertising, dan selling diharapkan dapat menjadi momentum bagi sektor pariwisata Indonesia untuk terus tumbuh dan mampu bersaing di industri pariwisata baik tingkat ASEAN maupun internasional.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia  mengambil langkah strategis dalam meningkatkan industri pariwisata, diantaranya peningkatan kualitas pekerja pariwisata melalui program sertifikasi,  disamping penguatan produk yang dilakukan oleh pariwisata Indonesia melalui LSU (Lembaga Sertifikasi Usaha) dengan cara menilai produk, servis dan manajemen.

Selain sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar bagi devisa Negara, bidang ekonomi kreatif juga telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap PDB tahun 2013  sebesar 7% atau setara dengan 642 Triliun rupiah (BPS, 2013). Total lapangan kerja yang diserap ekonomi kreatif pada tahun 2013 mencapai 11,8 juta orang atau sekitar 10,7% dari total lapangan kerja nasional. Potensi industri ini pun diperkirakan akan terus tumbuh. Berdasarkan buku cetak biru ekonomi kreatif yang disusun pemerintah, target sumbangan industri berbasis ide ini diperkirakan berkisar 11-12% terhadap PDB di tahun 2025. Untuk menguatkan bidang ekonomi kreatif ini, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No 72 tahun 2015 tentang perubahan Perpres No 6 tahun 2015, sebagai langkah upaya mengoptimalisasikan pelaksanaan kebijakan dan program dibidang ekonomi kreatif. Berdasarkan Perpres No 6/2015 tersebut Badan Ekonomi Kreatif (BEK) bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri Pariwisata.

Berdasarkan perubahan Perpres tersebut dapat disimpulkan bahwa bidang ekonomi kreatif menjadi sangat penting dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Namun tentunya Perpres ini perlu diikuti dengan langkah-langkah konkrit lainnya sebagai tindak lanjut keseriusan pemerintah memberikan keleluasan pengelolaan dan pengembangan ekonomi kreatif yang lebih baik, diantaranya melalui penerbitan kebijakan yang memiliki keberpihakan pada pengelolaan ekonomi kreatif, permodalan, penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, promosi, program pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata, dst.

Sekaitan dengan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam industri pariwisata Indonesia, maka perlu adanya sarana informasi dan diskusi yang akan memfasilitasi para pemangku kepentingan untuk duduk bersama, memahami dan mengambil komitmen bersama dalam upaya mengapresiasi kebijakan-kebijakan yang telah diluncurkan, atau mengusulkan untuk diterbitkan kebijakan baru apabila perlu. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Siliwangi dalam hal ini memiliki inisiatif untuk mewujudkan harapan tersebut dengan menyelenggarakan Seminar dan Diskusi Nasional dengan Tema “Peran Kebijakan dan Langkah Strategis Pengembangan Industri Pariwisata Indonesia yang akan dihadiri oleh Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Asosiasi, dan Media. Berharap kegiatan ini, Universitas Siliwangi dapat mempersembahkan dedikasinya yang terbaik sebagai fasilitator bagi pemangku kepentingan, khususnya dibidang kepariwisataan Indonesia untuk bersama-sama membangun pariwisata Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

TEMA KEGIATAN

 Peran Kebijakan dan Langkah Strategis Pengembangan Industri  Pariwisata Indonesia.

 TUJUAN ACARA

Seminar dan diskusi nasional ini dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi sebagai sebuah forum  berkumpulnya stakeholder di bidang industri pariwisata dalam upaya menciptakan sinergi antara Akademisi, business, Pemerintah, Asosiasi, perbankan, dan Media

FORMAT ACARA

 Acara berupa seminar dan diskusi dimana presentasi akan disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Indonesia, Kepala BAPPEDA Provinsi Jabar, Angota DPR RI, Kepala Kantor Bank Indonesia, Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai Peran Kebijakan dan Langkah Strategis Pengembangan Industri Pariwisata Indonesia dan pembentukan Pokja Promosi Kepariwisataan wilayah Priangan Timur.

PEMBICARA

Pembicara dalam acara Seminar dan Diskusi Nasional ini terdiri dari:

1. Bpk. Prof.  Dr. H.M. Ahman Sya (Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan  Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Indonesia)

2. Bpk. Prof. Dr., Ir. Deny Juanda P, DEA (Kepala BAPPEDA Provinsi Jabar)

3. Bpk H. Ferdi Ferdiansyah, SE., M.M ( Anggota DPR RI)

4. Bpk. Kepala  KBI (Kantor Bank Indonesia)Tasikmalaya

5. Bpk. Wahyu Tri Rachmadi (Ketua Kadin Kota Tasikmalaya)

PESERTA KEGIATAN

Seminar dan Diskusi Nasional akan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari para pemangku kepentingan (Akademisi, Business, Government, Community, dan Media), diantaranya:

  1. Dinas Pariwisata Se-Priangan Timur (Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut)
  2. Dinas Industri dan Perdagangan (Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut)
  3. BAPPEDA  (Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut)
  4. Dekan di lingkungan Universitas Siliwangi.
  5. Wakil Perguruan Tinggi se-Priangan Timur.
  6. UMKM, KADIN, Assosiasi, dan Media di Priangan Timur

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Seminar dan Diskusi akan diadakan di Kampus Universitas Siliwangi  Tasikmalaya,  pada:

Hari/Tanggal  : Sabtu, 8 Agustus 2015

Waktu              : 09.00 – 12.35 WIB

Tempat            : Universitas Siliwangi

JADWAL ACARA/RUNDOWN ACARA

Seminar dan Diskusi Nasional:

 WAKTU                                                AGENDA

08.30 – 09.00  (30’)                           Registrasi

09.00 –  09.05  (5’)                             Pembukaan

09.05 –  09.10  (5’)                         Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an

09.10 – 09.15  (10’)                           Laporan Ketua Panitia

09.15 –  09.25  (10)                            Sambutan Rektor sekaligus membuka acara Seminar.

09.25 – 09.40  (’15)                           Coffee Break

 09.40 –11.45 (125’)                          Sesi Seminar

Tema : Peran Kebijakan dan Langkah Strategis Pengembangan Industri  Pariwisata Indonesia.

Moderator:  Dr. H. Asep Hanafiah. MP.

11.45 – 12.00 (45’)                            Sesi Tanya Jawab dan Diskusi

Upaya-Upaya Kongkret Pengembangan Industri  Pariwisata Indonesia”

12.00 – 13.00 (60’)                        ISOMA

13.00 – 13.30  (30’)                           Pembentukan POKJA  PROMOSI

13.30 – 13.35  (5’)                             Pemberian Kenang-kenangan

Oleh: Prof. H.  Aripin., Ph.D., (Ketua LPPM Unsil)

13.35 – 13.40 (5’)                              Doa

13.40 –  selesai                                 Tutup